HIGHLIGHT NEWS

API Berharap Kerjasama TPT Nasional dengan Eropa Rampung Tahun Ini

Jakarta -Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) berharap agar pemerintah dapat melakukan penyelesaian pembahasan dalam perundingan Free Traade Agreement (FTA) dengan UE sampai akhir tahun 2018. Paling tidak akslerasi perundingan tetap  dapat dilakukan sehingga di tahun 2019 atau 2020 mendatang kesepakatan FTA sudah dapat dijalankan.

“Dengan begitu ekspor tekstil saya perkirakan dapat menembus  US$ 15 miliar,” kata Ketua API, Ade Sudrajat, di Jakarta.

Sementara untuk pasar domestik, Ade menduga kinerjanya tidak lebih baik dibandingkan beberapa tahun terakhir. Menurutnya masih lemahnya daya beli masyarakat meningkatkan permintaan TPT. Ade menunjuk memasuki jelang Ramadhan, lazimnya order mulai mengalami peningkatan pesat.

Misalnya di Pasar tekstil Tanang Abang, transasksi perdagangan seharusnya sudah terlihat ramai.Namun,faktanya hal tersebut tidak terjadi. “Perdagangan sama seperti pada siklus Januari-Februari. Masih lesu. Ini anomali yang tidak pernah terjadi dalam beberapa tahun mendatang,” cetusnya.

Ade berpendapat kelesuan  ini dikarenakan kenaikan harga bahan bakar Pertalite dan penghapusan subsidi listrik rumah tangga pada triwulan pertama tahun 2017 lalu. Insentif yang diberikan Kemenperin berupa vokasi kepada personel seperti jajaran manajer hingga operator berjalan baik sehingga meningkatkan skill para pekerja.

Namun insentif fiskal yang dijanjikan Kementerian Keuangan dinilai masih sebatas seremonial saja. Dia berharap ada insentif berupa tax holiday selama 20 tahun bagi investasi baru atau senilai Rp 30 triliun ajuga dibarengi insentif fiskal serupa bagi industri baru yang melakukan investasi misalnya senilai Rp 1 triliun maka tax holiday diberikan sebesar lima tahun.

”Ini akan menggairahkan industri TPT,” kata Ade seraya menambahkan jika penghapusan PPh hanya berdampak kecil karena insentif fiskal tersebut hanya berlaku kepada personal minimal supervisor atau manajer bukan operator.