Sejarah

Pada tahun 1960an, pemerintah Indonesia membentuk organisasi-organisasi perusahaan sejenis (OPS) sesuai dengan iklim Ekonomi Terpimpin pada waktu itu. Untuk tekstil, OPS tersebut antara lain OPS Tenun Mesin, OPS Tenun Tangan, OPS Perajutan, OPS Batik, dan OPS lainnya yang dikoordinir oleh Gabungan Perusahaan Sejenis (GPS) Tekstil. Untuk kepengurusan di OPS dan GPS tersebut, ditetapkan dan diangkat oleh Menteri Perindustrian Rakyat.

Pertengahan tahun 1965, OPS dan GPS dilebur menjadi satu dengan nama OPS Tekstil. Dasar peleburan tersebut ialah agar setiap perusahaan tekstil, khususnya yang terintegrasi dimana sebelumnya tergabung di beberapa OPS, maka dengan peleburan ini cukup satu saja untuk keanggotaan, yaitu di OPS Tekstil. Pada saat struktur ekonomi Indonesia berubah dan bertepatan dengan dimulainya Orde Baru, maka OPS Tekstil bentukan Orde Lama ini tidak jelas dan mati tanpa ada pembubaran.

Menjelang tahun 1970 berdirilah PERTEKSI (Persatuan Tekstil Seluruh Indonesia), Printer’s Club (yang kemudian menjadi Textile Club), KOPTEKSI (Koperasi Tekstil Seluruh Indonesia), IKATSI (Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia), GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia), PN Industri Sandang, dan Pinda Sandang (di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur). Selanjutnya organisasi-organisasi tekstil tersebut mengadakan pertemuan, yang pertama tanggal 26 Maret 1974 di Pekalongan dan disusul dengan pertemuan kedua di Medan tanggal 10 April 1974.

Pada tanggal 17 Juni 1974 di Aula Gedung GKBI Jakarta, dilangsungkan Kongres dan menyepakati didirikannya Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dan ini merupakan Kongres API Ke-1. Lalu dengan Surat Pengukuhan yang ditandatangani Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Ir. A.R. Soehoed pada tanggal 25 Oktober 1978, API diresmikan sebagai satu-satunya wadah pertekstilan di Indonesia.

Antara tahun 1974 hingga 1978, dibentuk dan disahkan beberapa asosiasi sektoral seperti APSyFI (Asosiasi Produsen Synthetic Fiber), ASPI (Asosiasi Industri Pemintalan Indonesia), APBTI (Asosiasi Perusahaan Benang Tekstur Indonesia), ASPINDO (Asosiasi Pertenunan Indonesia), APBI (Asosiasi Perajutan dan Bordir Indonesia), ABI (Asosiasi Batik Indonesia), dan PIBTI (Persatuan Industri Barang Jadi Tekstil Indonesia). Dalam perkembangannya, asosiasi-asosiasi sektoral tersebut berfederasi ke dalam satu wadah induk, yaitu API dimana bersama-sama dengan anggota API yang lama, pada tanggal 22 – 23 Oktober 1979 melaksanakan Kongres API Ke-2 di Jakarta.

Secara berurutan Ketua Umum API yang terpilih setiap 3 (tiga) tahun sekali melalui Musyawarah Nasional API sebagai berikut :
Bpk. Maryadi (1974 – 1977)
Bpk. H.A. Djunaid (1977 – 1979)
Bpk. Atam Surakusumah (1979 – 1982)
Bpk. Frans Seda (1982 – 1988)
Bpk. Ian Daskian (1988 – 1991)
Bpk. Handoko Tjokrosaputro (1991 – 1995)
Bpk. Bambang Riyadi Soegomo (1995 – 2000)
Bpk. Benny Soetrisno (2000 – 2010)
Bpk. Ade Sudrajat (2010 – 2016)